SELAMAT BERJUANG MELAWAN ANGKA!

Kamis, 20 Maret 2014

PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG

KARTU PERSEDIAAN

MENGELOLA KARTU PERSEDIAAN METODE LIFO
A. PENGERTIAN PERSEDIAAN DAN KARTU PERSEDIAAN
      Secara umum istilah persediaan menunjukan barang yang dimiliki untuk dijual atau barang yang akan diolah menjadi produk untuk dijual.
Pada perusahaan dagang persediaan adalah persediaan barang dagangan (merchandise inventory), sedangkan dalam perusahaan manufaktur persediaan meliputi persediaan bahan baku (material inventory ), persediaan barang dalam proses ( work in process ), dan persediaan produk jadi (finished goods inventory).
      Kartu persediaan dalam perusahaan terdiri dari kartu persediaan kantor ( stock card ), dan kartu persediaan gudang ( bin card ) atau lebih dikenal dengan kartu gudang. Kartu persediaan adalah kartu yang digunakan untuk mencatat mutasi persediaan barang.
B. FUNGSI KARTU PERSEDIAAN
    Kartu persediaan pada dasarnya berfungsi sebagai tempat untuk mencatat mutasi tiap jenis persediaan barang. Pencatatan dalam kartu utang persediaan harus menyediakan informasi persediaan yang setiap waktu diperlukan seperti :
a. Memberikan informasi persediaan barang tentang jumlah dan nilainya.
b. Memberikan data persediaan barang dagangan yang diperlukan untuk kepentingan perhitungan dan analisis.
c. Mengontrol penerimaan, penyimpanan, dan pemakaian persediaan barang dagangan.
. SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN
    Ada 2 sistem pencatatan yang digunakan dalam pencatatan persediaan yaitu, sistem periodik (phisical system), dan sistem perpetual (perpetual system).
1. SISTEM PERIODIK
    Prosedur pencatatan persediaan dalam sistem ini adalah sebagai berikut :
a. Faktur pembelian dicatat dalam jurnal pembelian dengan mendebet akun pembelian dan kredit akun utang dagang.
b. Memo kredit dari kreditor, sebagai bukti transaksi retur pembelian dicatat dalam jurnal umum atau jurnal pembelian retur dengan mendebet akun utang dagang dan kredit akun retur pembelian.
c. Faktur penjualan dicatat dalam jurnal penjualan dengan mendebet akun piutang dagang dan kredit akun penjualan.
d. Memo kredit yang dikirimkan kepada debitur sebagai bukti transaksi retur penjualan dicatat dalam jurnal umum atau jurnal retur penjualan dengan mendebet akun retur penjualan dan kredit piutang dagang.
2. SISTEM PERPETUAL
    Prosedur pencatatan persediaan dalam metode ini adalah sebagai berikut :
a. Faktur pembelian dicatat dalam jurnal pembelian dengan mendebet akun persediaan dan kredit akun utang dagang.
b. Memo kredit yang diterima dari kreditur sebagai bukti transaksi retur pembelian :
- dicatat dalam jurnal umum atau jurnal retur pembelian dengan mendebet akun utang dagang dan kredit akun persediaan.
- dicatat dalam kartu persediaan barang dagangan yang bersangkutan sebagai mutasi masuk, tetapi dilengkapi dengan tanda min didepan angka sebesar harga beli barang yang dikembalikan kepada kreditur.
c. Faktur penjualan sebagai bukti transaksi penjualan kredit :
- dicatat dalam jurnal penjualan dengan mendebet akun piutang dagang dan kredit akun penjualan sebesar harga penjualan.
- HPP barang yang dijual dicatat debet akun harga pokok penjualan dan kredit akun persediaan.
- HPP barang yang dijual dicatat dalam kartu persediaan barang yang bersangkutan sebagai mutasi keluar.
d. Memo kredit yang dikirimkan kepada debitur sebagai bukti transaksi retur penjualan :
- dicatat dalam jurnal umum atau jurnal retur penjualan dengan mendebet akun retur penjualan dan kredit akun piutang dagang.
- harga pokok barang yang diterima kembali dicatat debet akun persediaan dan kredit harga pokok penjualan.
- harga pokok barang yang diterima kembali dicatat dalam kartu persediaan barang yang bersangkutan sebagai mutasi keluar namun dilengkapi dengan tanda min didepan ngka.

berikut disediakan contoh:

dari kartu kita dapat mengetahui saldo akhir persediaan pada kolom saldo,
harga pokok penjualan pada kolom keluar, dan pembelian bersih pada kolom masuk tanpa harus menghitung lagi.


D. PENILAIAN PERSEDIAAN

1. DALAM PENCATATAN SISTEM PERIODIK
   Dalam pencatatan ini nilai persediaan akhir periode diketahui setelah kuantitas barang yang tersedia dihitung secara fisik kemudian dikalikan dengan harga satuannya.
Metode yang dapat digunakan dalam pencatatan sistem ini adalah sebagai berikut :
a. Metode tanda pengenal khusus
b. Metode rata- rata
c. Metode FIFO ( first in first out )
d. Metode LIFO ( last in first out )
e. Metode penilaian dasar
f. Metode taksiran

2. DALAM PENCATATAN SISTEM PERPETUAL
    Metode yang dapat digunakan dalam pencatatan sistem ini adalah sebagai berikut :
a. Metode FIFO ( first in first out )
b. Metode LIFO ( last in first out )
c. Metode rata- rata

Sabtu, 21 Desember 2013

TAMBAH CERDAS MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN DARI KERTAS KERJA HPP

HALOOOO.... hari ini saya mau mebuat kalian tambah cerdas dalam menyusun laporan keuangan berdasarkan kertas kerja dari metode harga pokok penjualan. enjoy it! masuk ke link berikut ini ! https://docs.google.com/document/d/1v2NhRsBwtSgNAlSsw1-9fUsG6JWf1oAgvW6LzZlUIac/edit?usp=sharing terimakasih semoga bermanfaat!

Sabtu, 19 Oktober 2013

TAMBAH CERDAS MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN DARI KERTAS KERJA IKTISAR R/L

HALOOOO....

 hari ini saya mau mebuat kalian tambah cerdas dalam menyusun laporan keuangan berdasarkan kertas kerja dari metode iktisar rugi/laba. enjoy it! masuk ke link berikut ini ! 

https://docs.google.com/document/d/1R9g3ytPMCn71LkaAuwU9JSYmUf0_gpzRsbiSnXsCFI8/edit?usp=sharing

SEMOGA BERMANFAAT!

Senin, 18 Maret 2013

Materi & Latihan Jurnal Pembalik

JURNAL PEMBALIK

Apa itu Jurnal Pembalik?
   Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat untuk membalik beberapa jurnal penyesuaian, sebagai langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya kesalahan pada periode berikutnya.

Tujuan:
Tujuannya adalah untuk menyederhanakan pembuatan jurnal yang bersangkutan dengan periode akutansi berikutnya.

Hal- hal yang harus diingat:

·         Dibuat jika perusahaan mencatat pembayaran sebagai beban disaat seharusnya tercatat sebagai harta atau mencatat pendapatan padahal pendapatan tersebut belum dipenuhi seluruhnya kewajiban sehingga masih terhitung utang.
·         Untuk transaksi – transaksi apapun yang saat penyesuaiannya menimbulkan akun riil baru yang tidak ada di neraca saldo.
·         Jurnal pembalik dibuat untuk membalik jurnal penyesuaian.
·         Jurnal pembalik dibuat di awal periode berikutnya.

Jurnal pembalik dilakukan berkaitan dengan penyesuaian terhadap halhal sebagai berikut:

1. beban dibayar di muka yang dicatat sebagai beban,
2. pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan,
3. beban yang masih harus dibayar,
4. pendapatan yang masih harus diterima.


·                     Beban dibayar dimuka yang dicatat sebagai beban

Jika pada saat terjadi transaksi pembayaran beban dibayar di muka dicatat dengan menggunakan pendekatan harta, akun yang akan muncul ialah “beban dibayar di muka” (akun riil). Pencatatan beban dibayar di muka yang dicatat dengan pendekatan akun riil pada awal periode tidak memerlukan jurnal pembalik karena akun tersebut tidak akan bersaldo nol dan datanya menunjukkan saldo yang sebenarnya dari akun yang bersangkutan. Adapun jika dicatat dengan menggunakan pendekatan beban, akun yang akan muncul ialah “beban” (akun nominal). Akun beban pada akhir periode akan ditutup sehingga saldonya menjadi nol.


Berikut contoh transaksi yang terjadi pada perusahaan Eva Salon. Transaksi

1 Oktober 2006 dibayar beban sewa sebesar Rp1.200.000,00 untuk 1 tahun pada saat pembayaran, transaksi tersebut dicatat dalam jurnal sebagai berikut.




Berdasarkan data pada akun buku besar tersebut, dapat dilihat pada tanggal 31 Desember 2006 saldo akun beban sewa nol. Selanjutnya, setelah ada jurnal pembalik tanggal 1 Januari 2007 saldo akun beban sewa sebesar Rp900.000,00. Hal tersebut, menunjukkan besarnya beban sewa yang masih dinikmati untuk periode mendatang. Data beban sewa tersebut akan menjadi data awal untuk akuntansi periode berikutnya.


·                     Pendapatan diterima dimuka yang dicatat sebagai pendapatan

Jika pada saat terjadi transaksi penerimaan pendapatan diterima di muka dicatat sebagai utang, akun yang akan muncul ialah “sewa diterima di muka” (akun riil). Namun, jika pada saat terjadi transaksi penerimaan pendapatan diterima di muka dicatat sebagai pendapatan, akun yang akan muncul ialah “pendapatan” (akun nominal). Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan, pada akhir periode akan ditutup sehingga saldonya menjadi nol. Oleh karena itu, diperlukan jurnal pembalik.
Misalnya, tanggal 1 November 2006 diterima pembayaran pendapatan sewa untuk jangka waktu 6 bulan sebesar Rp24.000.000,00. Pada saat pembayaran, transaksi tersebut dicatat dalam jurnal sebagai berikut:







·                     beban yang masih harus dibayar

Eva salon, mempunyai utang gaji dan upah kepada karyawannya sebesar Rp150.000,00. Utang gaji dan upah tersebut terdiri atas beban gaji dan upah bulan Desember sebesar Rp100.000,00 dan beban gaji dan upah bulan Januari sebesar Rp50.000,00. Jumlah tersebut akan dibayarkan pada tanggal 14 Januari 2006. Pada tanggal 31 Desember 2005, perusahaan Eva Salon membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:



Karena beban gaji tersebut sudah dicatat sebagai utang gaji maka akun “utang gaji” serta akun “beban gaji” harus dihilangkan (disesuaikan kembali). Pada awal periode disesuaikan kembali dengan jurnal pembalik sebagai berikut.





·                     Pendapatan yang masih harus diterima

Eva Salon mempunyai piutang bunga yang masih harus diterima untuk 3 bulan sebesar Rp300.000. Bunga tersebut dibayarkan setiap 1 April dan 1 Oktober. Jurnal penyesuaian yang dibuat sebagai berikut:





Karena piutang bunga sudah dicatat pada jurnal penyesuaian sebagai piutang dan pendapatan bunga, akun piutang bunga dan pendapatan bunga harus dihilangkan (disesuaikan). Pada awal periode harus disesuaikan kembali dengan jurnal pembalik sebagai berikut:









Jurnal pembalik berfungsi untuk membalik ayat jurnal penyesuaian yang digunakan pada waktu menutup periode akuntansi. Tujuan pembalikan ayat jurnal penyesuaian ini adalah untuk memudahkan pencatatan transaksi pada awal periode berikutnya. Dalam hal ini, segala transaksi yang berhubungan dengan ayat jurnal penyesuaian. Penggunaan ayat jurnal pembalik tidak mengubah jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan.

Sudah mengerti bukan dengan materi Jurnal Pembalik ? setelah itu, marilah kita mencoba mengerjakan latihan berikut ini untuk lebih memahami tentang jurnal pembalik.

Soal Latihan Akuntansi dengan Sistem Pencatatan Perpetual :
PD. Jaya Sentosa
Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian
Per 31 Desember 2007

Data yang tersedia untuk penyesuaian per 31 Desember 2007 yaitu :
1. Dari hasil pemeriksaan gudang diperoleh nilai persediaan akhir  barang dagang sebesar Rp. 43.100.000
2.  Sisa perlengkapan toko yang masih ada . 3.300.000,-
3. Untuk tahun 2007 aktiva tetap yang harus disusutkan yaitu :

a)    Gedung kantor sebesar Rp. 4.500.000
b)    Peralatan toko sebesar Rp. 10.080.000
c)    Peralatan kantor sebesar Rp. 6.480.000
4. Beban gaji yang masih harus dibayar kepada karyawan untuk bulan Desember 2007 :
a)    Gaji karyawan toko sebesar Rp. 2.700.000
b)    Gaji karyawan kantor sebesar Rp. 1.620.000
5.  Asuransi dibayar dimuka masa pertanggungan 1 mei 2007 samapai 1 mei 2008.
6.  Pendapatan sewa dibayar dimuka dari hasil penyewaan ruang kantor yang tidak terpakai, untuk periode 1 maret 2007 sampai 1 September 2008.
7.  Karena letak yang strategis , perusahaan menyawa ruang kantor dari pihak lain dan sewa ruangan dibayar untuk periode 3 bulan terhitung mulai tanggal 1 Desember 2007